Monday, September 19, 2016

Blog name changed!

So,
I changed my blog name (yay!) from AN Extraordinary Wedding Diary to AN Extraordinary Life Journal.
The reason is~ because the wedding is over. Almost 3 months ago! and i totally forgot to blog about it (oops!) I wanted to give some vendor review but ugh i cant remember what i was gonna to write.

I'm in Winnipeg, Manitoba, Canada now. Having a new life with the new husband and new family. Currently i have nothing to do besides eat, sleep, occasionally cook for husband, play games, etc, etc. I can't apply for job cause i don't have work permit yet. So~ blogging hopefully will be my new plaything ^^b

Saturday, April 30, 2016

Bridezilla and her flower crown

Pernah ga sih denger kata Bridezilla?

Bridezilla means a woman whose behavior in planning her wedding is regarded as obsessive or intolerably demanding.

I never considered myself as a bridezilla before. Ada temen gue yang bilang kalau gue pengantin cewe paling nyantai. Semua terima jadi. Apa aja terserah asal oke.

But!

That one day on a fine afternoon inside my office, my coworker called me a bridezilla.

Gue tiba-tiba terobsesi sama flower crown dan gue insists mau pake flower crown instead of bling princess crown that everyone used on their wedding day. Lalu mulailah gue googling-googling cari model flower crown yang gue mau dan mulai browse instagram nyari custom made flower crown.

Ketemulah sama 2 model ini.

Model yang pertama gue pengennya depannya dibuat full bling pakai swarovski lalu belakangnya 1 big flower dengan beberapa small flowers yang disambungkan ke veil untuk ceremony di Gereja. Gue langsung tanya ke flower crown specialist Labrielleasia. Begitu dikasih tau harganya Rp 700.000 gue langsung mikir-mikir lagi. Mahal juga ya ternyata dan gue memutuskan untuk ga jadi pakai flower crown.

Tapi ternyata gue ga bisa lupakan itu flower crown. Tiap hari gue ngoceh soal flower crown di kantor. That's why my coworker called me a bridezilla.. Jadi gue cari-cari lagi di instagram yang bisa custom made dan menemukan Pitamas. Begitu liat instagramnya langsung jatuh cinta. Buatannya cantik-cantik banget dan all handmade!

Gue langsung tanya untuk model yang kedua karena gue memutuskan untuk bikin flower crown resepsi aja. Paginya ga usa. Untuk model flower crown yang kedua gue maunya flower crown biasa tapi di bagian belakangnya ada untaian-untaian flower yang menjuntai yang bisa dililitin ke rambut karena rencananya rambut akan di halfdo aja.

Dikasih harga di Rp 650.000 untuk flower crown kedua. Tapi bisa di upgrade sesuai budget biar kelihatan lebih mewah. Akhirnya jadi pesan flower crownnya dari Pitamas diupgrade ke harga Rp 800.000 plus 2 pen untuk buku tamu @ Rp 95.000. Sebenernya ngiler sama pomandernya juga tapi lumayan mahal harganya.

Sampai hari ini masih nunggu flower crownnya. Will blog about it once it arrived. Untuk yang mau buat flower crown, Pitamas recommended banget! Ownernya so helpful dan engga sombong. Setiap pertanyaan dijawab dengan sangat-sangat ramah. But beware, once you open her instagram, you'll want everything! ^^

Wedding Dresses

Bridal: Ritz Taipei
First visit: January 19th
Berat badan: 59 kg

Pertama kali gue berkunjung ke Ritz Taipei gue langsung jatuh cinta sama bridal ini. Dan setelah nyobain 4 dresses, gue langsung DP hari itu juga di sana. Sayangnya yang boleh difoto cuma yang pas hari itu gue keep aja.

Front- Bagian depannya super simple dengan sweetheart neckline yang ditutupin lace.

Back- Buntutnya panjang dengan pita gede yang gue suka banget tapi kurang bling. Gaunnya ga bisa di resleting karena gue kegemukkan.
Tipe dress: New VIP
Dari antara 4 gaun yang gue coba hari itu, gaun yang ini yang paling pas di tubuh gemuk gue dan paling cocok untuk nutupin lengan gue yang saat itu uda kayak pentungan. Sebenernya kurang klik sama gaun ini tapi karena gaun lainnya lebih ga klik lagi jadi diputuskan untuk keep yang ini dulu dengan harapan next visit badan uda kurusan dikit dan ada gaun baru yang lebih oke.

Second visit: April 17th
Berat badan: 52 kg

Kunjungan kedua ke Ritz Taipei untuk pastiin gaun mana yang diambil juga untuk liat pilihan baju bridesmaid. Hari itu gue dikasih coba gaun-gaun baru lagi. Total 3 gaun + 1 yang uda gue keep sebelumnya. Dari first visit ke second visit gue berhasil menurunkan 7 kg. Finally they can zipped up the gowns dan semuanya kebesaran!

First dress.
Front- Gaunnya model sabrina dan simple. Ga terlalu banyak bling dan angkat tangannya susah.
Back- Belakangnya ga sexy back.
Tipe dress: New VIP
Karena angkat tangannya susah dan belakangnya ga sexy jadi pertimbangan gue untuk nolak gaun ini.

Second dress.
Front- Model depannya sabrina juga dengan lace tipis. Belahan dadanya rendah.
Back- Sexy back!
Tipe dress: New VIP
Gue hampir consider gaun ini tapi nyokap dan bridesmaid gue ga suka. Katanya lace kecil diatas itu keliatan aneh kayak celemek dan pita di bagian depannya keliatan aneh. Ga seperti pita, ga seperti bunga. Ga jelas bentuknya.

Third dress.
Front- Bagian depannya menerawang sampai ke daerah pusar karena cuma tertutup lace yang tipis banget.
Back- Really love the detail on the back plus its sexy back!
Tipe dress: New Luxury
I fell in love at the first sight sama gaun yang ini. The detail, the front model, the sexy back bikin gue jatuh cinta. Terutama karena gue terlihat kurus dibandingkan saat pake gaun-gaun yang lain. Tapi as you can see, the bling is so different than the others. Ini karena gaun yang ini adalah tipe Luxury. 1 tingkat diatas VIP. Which means gue harus nambah untuk upgrade. Upgrade ke gaun ini Rp 4.800.000 tapi karena gue masih simpen voucher potongan Rp 2.500.000, gue bisa pake voucher itu jadinya gue cuma bayar Rp 2.300.000 untuk upgrade ke gaun ini.

Made some points that i wanted to be changes. 
1. Bagian lengannya ditambahin lace sebaris jadi lebih panjangan dikit biar lengan gendut ini ketutupan.
2. Bagian depan gaun ditambahin tulang agar lemak perut engga nongolin diri.
3. Pita dibelakang dicopot dua-duanya dan diganti dengan pita super besar. (Yes, i love big ribbon so much!)

Masalah gaun. Kelar! Tinggal nunggu H - 1 month untuk fitting.

Vendor List H - 2 months

TEMPAT
[√ ] Wedding Ceremony = Gereja Santa Maria Imakulata
[√ ] Reception Venue = Sense International Executive Club

DEKORASI
[√ ] Reception Venue
= Sense International Executive Club
[√ ] Wedding Stage =
 Sense International Executive Club
[√ ] Ceremony Venue =
 Team dekor dari Gereja

MAKANAN
[   ] Catering upacara pernikahan

[√ ] Catering resepsi =
 Sense International Executive Club

SALON / MAKE UP & HAIR DO
[
√ ] Test make up = Saat pre-wedding nanti
[√ ] Bride = Ritz Taipei
[√ ] Moms = Ritz Taipei
[√ ] Bridesmaid = Ritz Taipei
[   ] Penerima tamu

GAUN
[√ ] Wedding Gown
= Ritz Taipei
[√ ] Accessories pengantin wanita =
 Ritz Taipei + Pitamas
[   ] Jas pengantin pria 

[√ ] Moms' Gown ceremony = Beli jadi
[   ] Moms' Gown reception
[√ ] Dad's Suit
= Milik pribadi
[√ ] Penerima tamu =
 Poly Bridal Tanjung Duren
[   ] Bridesmaids

BUNGA
[√ ] Hand bouquet morning & evening
= J. Fiori

MOBIL PENGANTIN
[√ ] Mobil mempelai =
 Fendi Wedding Car
[   ] Transportasi keluarga

DOKUMENTASI
[√ ] Photo pre-wedding =
 Ritz Taipei
[√ ] Photo liputan =
 Maximus
[√ ] Video liputan =
 Maximus

KARTU UNDANGAN
[√ ] Kartu undangan =
 Macnamart
[√ ] Kartu ucapan terima kasih =
 Macnamart
[√ ] Amplop plastik =
 Macnamart
[   ] Label stiker nama
[   ] List tamu undangan & print

SOUVENIR
[√ ] Souvenir Gereja =
 Biebie Gift
[√ ] Souvenir Resepsi =
 Biebie Gift

ENTERTAIN

[√ ] MC resepsi
= D' Best Moment
[√ ] Music / Wedding Singer upacara pernikahan =
 Koor Gereja
[√ ] Music / Wedding Singer resepsi =
 D' Best Moment
[√ ] Sound system resepsi =
 Sense International Executive Club

PENDUKUNG ACARA
[√ ] Wedding Organizer = Partee Organizer
[   ] Galeri foto (prewedding)

[   ] Stand foto + Foto

[   ] Meja display 

[   ] Album foto / Bingkai foto


LAIN-LAIN
[   ] Cincin
[√ ] Buku tamu =
 Sense International Executive Club
[√ ] Alat tulis =
 Pitamas
[√ ] Kotak angpau =
 Sense International Executive Club


So far sudah hampir beres persiapannya. Tinggal tunggu Mr. A untuk datang kesini awal juni langsung foto pre-wedding, KPP, Kanonik, pesen cincin, pesen jas. 2 bulan lagi!

Friday, April 29, 2016

Bridal Review

Untuk Bridal gue ga bisa memberikan review banyak karena gue cuma ke 1 bridal aja Ritz Taipei. Kenapa pilih Ritz. Ga ada alasan khusus sih sebenernya. Cuma 2 tahunan terakhir ini, berhubung setiap pagi-sore pulang-pergi kerja lewatin PIK otomatis tiap hari ngeliat Ritz dengan gedungnya yang so pretty and glamour dengan kaca-kaca. I told myself that one day gue bakal masuk kesana. Jadi begitu saat itu tiba, Ritz adalah Bridal pertama yang gue datengin. Kebetulan dekat dari tempat kerja juga jadi pas pulang kerja langsung mampir.

Marketing yang handle gue namanya Merry. Orangnya kecil-kecil imut gitu. Gue langsung diajak ke lantai 2 untuk cobain gaun. Waktu hari itu total ada 4 gaun yang gue cobain. Dari koleksi VIP sampai Luxury. FYI ada 3 tingkatan gaun di Ritz. VIP - Luxury - Ritz.

Paket yang gue ambil Golden Collection - Rp 22.800.000 dan sudah include:

  • Wedding Gown VIP Collection (new gown + accessories, gloves, slyer & petticoat)
  • Makeup on Wedding Day worth Rp 5.800.000 (+ retouch)
  • Photo Indoor dan Outdoor worth Rp 9.800.000
    • Package Inclusive
      • 15" Standart Photo - 25 pose
      • 1 Mini 6" Photo album
      • 1 CD - 25 pose
      • 1 Canvas 60x80cm (+frame)
      • 1 Wedding gown shoots
      • 2 Night gown shoots
      • 1 Casual dress shoots
      • 4x hairdo
* Untuk penambahan foto masuk CD @ Rp 150.000, >30 @ Rp 100.000
   Digital 12" @ Rp 250.000, 18" @ 350.000
   Standard 12" @ Rp 200.000, 15" @ 250.000


Lalu dari base package itu dapet tambahan lagi:
  • Gaun Bridesmaid + Makeup (retouch)
  • Makeup 2 mama (no retouch)
  • Jas untuk photoshoot
  • Frame meja 2 in 1
  • Wedding gown untuk pemberkatan
Lalu karena gue DP di hari itu juga, gue dapet voucher potongan Rp 2.500.000. Benernya pilihannya antara, potongan Rp 2.500.000, penambahan pose foto, upgrade album+canvas dan ada 1 lagi gue lupa. Berhubung gue dan Mr. A tidak fotogenik dan canvas kalau diupgrade jadi besar susah bawanya nanti ke Canada jadi gue putusin ambil yang potongan Rp 2.500.000.

Hari itu gue langsung DP 50% which is Rp 11.400.000 dan keep 1 gaun VIP yang sekarang setelah dilihat-lihat lagi so so so standard. 

Untuk plus-minusnya:
(+) Tempatnya keren banget! (biased)
(+) Marketingnya yang namanya Merry sangat membantu untuk ngingetin dan follow-up
(+) Gaunnya cantik-cantik dan banyak dan semuanya baru
(+) Harganya masih masuk budget (setelah gue ngobrol-ngobrol dengan teman kerja yang pakai Sophia, sepertinya Ritz memang sedikit lebih mahal dibanding bridal Taiwan lain karena ga dapet mobil dll)

(-) Pilihan gaun untuk non-tube kurang banyak pilihannya. FYI, pilihan gaun gue either bersleeve, sabrina, or yang pokoknya nutupin lengan gemuk gue.
(-) Sempat ada masalah di MUA. Dapat info bahwa MUA Taiwan pilihan gue visanya habis saat my wedding day dan harus kembali ke Taiwan. Tapi untungnya setelah gue bersikukuh sang marketing mau bantuin untuk ngomong ke atasannya agar pulang ke Taiwan untuk perpanjangan visanya dimajukan.
(-) Paket yang ga ingin gue ambil tidak bisa dialihkan ke tempat lain. Gue ga jadi ambil gaun bridesmaidnya dan ingin dialihkan untuk makeup bridesmaid yang kedua tapi ga bisa. Alhasil nambah Rp 1.000.000 untuk makeup bridesmaid kedua.
(-) Gaun untuk bridesmaid sangat terbatas dan mayoritas cuma 1. Jadi kalau punya bridesmaid lebih dari 1 ga bisa sewa darisana.

So far, gue cukup senang dengan pilihan gue di Ritz Taipei. Mungkin review gue tentang bridal ini akan berubah post-wedding. we'll see..

Wedding Venue

Untuk wedding venue, karena rencana awalnya mau Private Sitting Dinner jadinya pilihannya jatuh di 2 tempat. Antara Sun City Luxury Club di LTC atau Sense International Executive Club di Mangga Dua Square. Saat itu pertimbangan utama buat gue adalah makanannya. Makanannya harus yang enak karena sitting dinner. Dekorasi, entertainment dll nomer 2 lah.

1. Sun City Luxury Club 

Ini venue pertama yang gue kunjungi. Kesan pertama, ini LTC gedungnya kenapa sepi banget ya.. Lalu saat gue kesana di bulan januari, mendekati imlek. Jadi dekorasinya full bernuansa imlek. Jujur, it was such a big turn off. Karena gue jadi ga bisa membayangkan dekorasi wedding. Oh tempat yang dikasih itu, dining area di area yang biasa dipakai restaurant. Jadi sedikit terbuka karena dari lantai 2 tempat bisa lihat kebawah. Jadi bukan di ballroomnya. Gue ga ngerti juga kenapa bukan ballroomnya yang ditawarkan.

Dari segi tempat, gue uda ga suka. Jadi gue didn't bother to look at the menu dll.

2. Sense International Executive Club

Dari Sun City kita langsung meluncur ke Sense (sebelumnya namanya Sands). Kesan pertama tempatnya OK. Gue pernah menghadiri wedding disini sebelumnya. Begitu sampai kita langsung disuruh menuju Banquet Centernya dan ketemu dengan marketingnya namanya Yuli. Saat itu kita masih maunya Private Sitting Dinner sebanyak kurang lebih 25-30 meja.

Pilihan paketnya ada 4 dengan harga untuk 25 table.
- Purple Ruby - Rp 105.888.000
- Green Ruby - Rp 125.888.000
- Blue Ruby - Rp 175.888.000 -> khusus untuk Blue Ruby ini non-halal
- Red Ruby - Rp 215.888.000

Perbedaannya kurang lebih di pilihan jenis menunya. Saat itu gue consider untuk purple or green packagenya. Blue ga mungkin karena non-halal. Red juga ga mungkin karena kemahalan.

Ga lama setelah kunjungan pertama itu kita langsung kesana lagi untuk DP karena ada yang nanyain di tanggal yang sama. Setelah DP gue sama bonyok langsung susun-susun guestlist. Ternyata ga muat kalau mau sitting dinner. Akhirnya rencana pun harus diubah menjadi standing dinner.

Pilihan paket untuk standing dinner cuma ada 2.
- Ruby - Rp 128.888.000 untuk 500 pax
- Diamond - Rp 218.888.000 untuk 800 pax

Untuk paket Ruby, Ballroom yang digunakan antara Ballroom 1 atau 2 (600m2 dan cukup untuk + 700 orang) sementara untuk paket Diamond, Ballroom yang digunakan adalah Grand Ballroomnya (1100m2 dan cukup untuk + 1200 orang). Apabila kurang Ballroom 1 dan 2 nya bisa dibuka sekalian untuk digabungkan dengan Grand Ballroomnya.

Karena tamu ga sampe 800 jadinya kita ambil paket Ruby dan Ballroom 1.

Menurut gue plus dan minusnya dari Sense ini:
(+) Dekorasi sudah include. Cocok untuk bride macam gue yang ga mau pusing soal dekorasi. Paling kalau dirasa kurang tinggal upgrade.
(+) Complimentary wedding cake palsu dengan cake untuk acara suap-suapan. Untuk yang tahun 2016 ini menurut gue sedikit 'norak' sih design cakenya. Tapi masih acceptable dan cocok dengan nuansa dekorasinya.
(+) Include standard entertainment (MC, singer, keyboard). Meskipun endingnya gue harus upgrade karena singer dan keyboard aja serasa mau dangdutan.

(-) Dekorasi sudah fixed dan tidak bisa diubah-ubah dari bentuk maupun warnanya. Beruntung warnanya cocok sama gue jadinya gue ga ambil pusing.
(-) Marketingnya pelit banget. Minta bonus sama sekali ga ada yang dikasih
(-) Marketing yang gue dapet super-super secretive. Gue pernah nanya nama vendor dekornya karena kalau bisa gue mau pesan bouquet yang sesuai dengan dekorasinya. Ga dikasih sama sekali.
(-) Marketingnya kurang informatif. Saat pemilihan MC tidak menginfokan ke gue nama entertainmentnya dan tidak diinfokan juga kalau begitu pilih MC berarti sekalian pilih entertainmentnya juga. Dan nama entertainmentnya tidak dikasih tau kalau gue ga nanya dan itu posisinya gue uda pilih MC nya jadi seandainya jelek dan mau gantipun sudah ga bisa. Untung pas dicari tau reviewnya positif kebanyakan.

Kenapa gue ga consider restaurant-restaurant yang sudah biasa dipakai untuk wedding seperti Angke Restaurant atau Central? Karena menurut bokap kedua tempat itu kurang berkelas aja kalau untuk wedding.


Tuesday, April 26, 2016

First Entry

Awalnya sedikit bingung mau buat blog. Dulu memang biasa nulis tapi nulis fanfic dan udah pensiun dari semenjak tahun 2010. Semenjak prepare untuk wedding, sering banget baca-baca blog tentang wedding preparation. Tapi belum pernah kepikiran untuk buat blog sendiri sampai sekarang ini.

A small introduction.

Nama gue Novita. Umur 27 tahun. Kesan pertama gue diem tapi aslinya galak. Tapi kalau uda kenal deket, gue bawel. Pasangan sebut saja namanya Mr. A. That's why nama blog ini AN Extraordinary Wedding Diary. AN nya di capslock karena it represents our initial. Umurnya 28 tahun. Beda umur cuma kurang lebih 9 bulan. Pas gue masih zigot diperut doi uda mau oek.. oek..

Gue Chinese Indonesian. Lahir di Indonesia. Besar di Indonesia. Mr. A Canadian. Lahir di Canada. Besar di Canada. Komentar setiap orang pasti "kenal dimana?" atau ga "enak amat dapet pacar bule".

Our story.

Banyak yang ga percaya. Tapi kita kenal di tahun 2013 akhir/2014 awal di online game. Yes, an online game named Nexus TK. Gue gamer uda dari semenjak duduk di bangku SD. Dari sega to nintendo to PS to PS2 to gameboy to DS to 3DS semuanya gue punya. Saat gue kelas SMP 1 dikenalin sepupu sama online game yang lagi booming-boomingnya saat itu, Nexia. I spent my whole 1st year di game itu. Sampe akhirnya pas berbayar baru berhenti main (duit jajan ga cukup sih buat bayar kupon perbulannya).

Singkat cerita around 2011 gue engga sengaja ketemu Nexus TK which is the international version of Nexia (Nexianya sih uda bubar jalan). Believe it or not, dari game online itu gue menemukan best friends gue yang sekarang dan sampe akhirnya menemukan my mr. right.

So we started talking to each other awalnya di game. Lalu pindah ke message facebook. Lalu pindah ke Skype plus Line. "Tembak-tembakkannya gimana?" ga ada. Mungkin bule ya boo ga punya tembak-tembakkan. Gue cewe simple. Ngobrolnya nyambung ya dilanjutin. Ngobrolnya uda mulai ga nyambung ya uda bye-bye. (simple or kejam?). After talking to each other for more than a year, in August 2015 gue terbang ke canada. Sendirian. Masih amaze karena diizinin sama ortu. Ketemu doi for the first time, ketemu ortunya, kokonya, iparnya, temen-temennya, sampe neneknya.

The "proposal".

Since Mr. A is going to visit me this year (2016), keluarga gue minta semacam engagement party karena gue pengennya married di Canada aja karena married di Indonesia rempong dan buang uang. Bilang sama Mr. A, doi oke. Setelah itu keluarga mulai nanyain rencana habis engagement gimana? Kapan marriednya? Gue mulai frustasi. At that time i have no idea about that. Diomongin kedepannya aja belom sama Mr. A.

Gue mulai bete ditanyain begitu. So i told him i don't want the engagement party anymore. He asked why. Gue ceritain semuanya. Then doi bilang kalau doi had no idea kenapa musti dibuat engagement party. Tapi dia menghormati kemauan keluarga gue yang ga mau kan ya diomongin orang ("anak cewenya dibawa kabur bule"). Menurut doi engagement party cuma buat orang-orang yang belum yakin sama relationship mereka. Dan menurut Mr. A, karena doi yakin kalau doi mau spend the rest of his days with me, ya kenapa kita ga langsung married aja instead of having an engagement party. Gue tanya lagi "are you sure?" He said "yes". So i said "ok lets do it".

Ga ada proposal romantis "will you marry me?". Sedih sih. I dreamed about those romantic proposal while having a candle light dinner :p

Hari itu, akhir desember. Perkiraan wedding, summer 2016. Which means gue cuma punya waktu sekitar setengah tahun untuk preparing. Langsung lah gue bak-buk-bak-buk berdua nyokap...